Varicella, atau yang lebih dikenal dengan nama cacar air, merupakan infeksi yang disebabkan oleh Varicella Zoster Virus (VZV). Penyakit ini kebanyakan menyerang anak-anak yang belum pernah terinfeksi sebelumnya, serta mereka yang belum mendapatkan imunisasi varicella.
Menurut Dr. Ratni Indrawanti, seorang dokter anak yang berkompeten, VZV termasuk dalam kelompok virus herpes yang mudah menular. Penularannya dapat terjadi melalui droplet udara yang dihasilkan saat penderita batuk atau bersin, serta melalui kontak langsung dengan cairan dari lepuhan kulit.
“Varicella-zoster virus adalah alpha-herpesvirus yang menyebabkan cacar air sebagai infeksi primer, biasanya pada anak-anak. Virus ini sangat menular dan gejala awalnya ditandai dengan ruam gatal yang berisi cairan, serta dapat menyebar melalui udara atau kontak langsung,” kata Dr. Ratni dalam suatu acara media briefing.
Setelah terinfeksi, virus dapat tetap laten dalam tubuh dan bisa aktif kembali di masa depan sebagai herpes zoster, atau yang sering disebut cacar api. Pada anak-anak, varicella biasanya dimulai dengan gejala ringan seperti demam, lemas, dan sakit kepala, diikuti dengan kemunculan ruam yang menjadi lenting berisi cairan.
Ruam kemerahan ini umumnya muncul secara bertahap dan bisa menyebar ke seluruh tubuh, termasuk wajah dan anggota gerak. Dalam kebanyakan kasus, varicella bersifat ringan dan dapat sembuh sendiri dalam waktu 7-14 hari.
Pentingnya Memahami Varicella dan Gejalanya
Meskipun varicella biasanya bersifat ringan, beberapa anak dapat mengalami komplikasi yang serius. Anak yang memiliki daya tahan tubuh lemah atau yang sudah menderita penyakit lain berisiko lebih tinggi untuk mengalami masalah kesehatan akibat varicella.
Komplikasi yang dapat muncul termasuk infeksi kulit sekunder akibat garukan, pneumonia, atau dalam kasus yang jarang, gangguan saraf seperti ensefalitis. Oleh karena itu, pemahaman yang tepat mengenai penyakit ini sangat penting bagi orang tua dan pengasuh.
Ketika anak terinfeksi dan mengalami gejala, penting untuk melakukan pengawasan dan penanganan yang baik. Orang tua sebaiknya segera berkonsultasi dengan tenaga kesehatan untuk mendapatkan penanganan yang tepat agar komplikasi dapat dicegah.
Upaya Pencegahan Varicella yang Efektif
Pencegahan varicella yang paling efektif adalah melalui imunisasi. Vaksin varicella terbukti aman dan efektif dalam mencegah infeksi, maupun untuk mengurangi keparahan penyakit jika infeksi tetap terjadi. Oleh karena itu, imunisasi varicella sangat dianjurkan untuk anak-anak berdasarkan jadwal yang ditetapkan oleh tenaga kesehatan.
Selain imunisasi, langkah-langkah pencegahan lainnya meliputi menjaga kebersihan diri dan lingkungan. Menghindari kontak dengan penderita varicella dan mengisolasi anak yang terinfeksi hingga seluruh ruam mengering juga penting.
Memberikan informasi yang cukup kepada orang tua mengenai tanda dan gejala varicella dapat membantu mereka dalam mengambil tindakan cepat. Edukasi ini diharapkan dapat memudahkan pencegahan kasus varicella di masyarakat.
Kesadaran Masyarakat tentang Varicella dan Penanganannya
Dengan memahami lebih dalam mengenai varicella sebagai infeksi primer akibat Varicella Zoster Virus, diharapkan masyarakat menjadi lebih waspada. Hal ini termasuk memahami bagaimana cara penularan dan langkah-langkah yang diperlukan untuk menangani penyakit ini secara efektif.
Kegiatan edukasi seputar varicella harus terus menerus dilakukan agar masyarakat lebih proaktif dalam menangani dan mencegah infeksi. Informasi yang jelas dan tepat dapat membantu orang tua mendukung kesehatan anak-anak mereka.
Sebagai kesimpulan, penanganan dan pencegahan varicella sangat bergantung pada kesadaran dan tindakan masyarakat. Dengan penanganan yang tepat, diharapkan kita bisa mengurangi dampak dari varicella pada anak-anak dan memberikan mereka kesehatan yang lebih baik.
